Home Agama Fiqh Apakah Rasulullah Mengambil Manfaat dari Shawalat Ummatnya?

Apakah Rasulullah Mengambil Manfaat dari Shawalat Ummatnya?

112
Rasulullah Mengambil Manfaat dari Shawalat

Kita sering bershalawat kepada Rasulullah SAW dalam setiap waktu bahkan setiap selesai dari do’a kita. Nah, timbul pertanyaan dari sebahagian kelompok yang mengatakan apakah boleh bershalawat atas Rasulullah SAW, bukankah beliau manusia yang kamil (sempurna) yang tidak perlu lagi bantuan pahala dari orang lain.

Baca juga: Bacaan Shalawat Nabi Agar Tercapai Semua Hajat dan Cita-Cita

Ok begini, setiap kita bershalawat atas Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. mendapatkan pahala artinya beliau mengambil manfaat dari setiap shalawat ummatnya, sekalipun beliau adalah manusia yang kaamil atau sempurna. Karena orang sempurna tetap menerima tambahan kesempurnaan. Namun demikian, tidak sepatutnya bagi kita meniatkan demikian. Tetapi orang yang bershalawat meniatkan shalat tersebut untuk manfaat terhadap dirinya.

Jadi, setiap shalawat yang kita ucapkan, maka kita niatkan agar kita mendapatkan fahala, agar kecintaan kita kepada Rasulullah bertambah, demikian juga agar kita bisa mendapatkan syafa’at dari Rasulullah SAW. Artinya, kita mengqasad agar manfaat shalawat itu kembali atas kita sendiri.

Bagi Rasulullah SAW. tetap mendapatkan manfaat dari shalawat yang kita ucapkan sebagaimana beliau mendapatkan manfaat dari setiap amalan syari’at yang di lakukan oleh ummatnya, karena beliaulah yang pertamakali mengajarkan kepada manusia tentang syari’at agama. Bershalawat adalah salah satu bentuk amalan yang di anjurkan dalam syari’at, maka setiap kita melakukannya tentu akan ada pahala untuk yang mengucapkannya dan untuk pembawa syari’at (Rasulullah SAW).

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.” (QS. Yasin: 12).

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa Allah mencatat setiap amalan kita dan juga dampak atau pengaruh dari amal itu.

Jika seseorang melakukan amalan baik seperti mengajarkan orang lain tata cara shalat, kemudian orang yang di ajarkan itu mengerjakannya secara terus menerus maka pengajar juga akan mendapatkan imbalan secara terus menerus dari Allah, seperti yang dikatakan oleh Syaikh Qutub ad-Dusuki dan lain-lain [lihat sirajutthalibin hal. 14]. Jadi, dengan aturan ini, maka Rasulullah SAW adalah orang pertama yang berhak mendapatkan manfaat dari semua amalan ummatnya. Setuju!

Sementara dalams sebuah hadist, Rasulullah juga bersabda dengan hal yang senada:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim 6980 dan Abu Daud 4611). 

Sementara dalam hadist dari Jabir, Rassulullah SAW bersabda:

Dalam hadis lain, dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ

“Siapa saja yang mengerjakan amalan baik dalam Islam, maka amalan tersebut di kerjakan oleh generasi sesudahnya niscaya di tuliskan pahala baginya seumpama orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” [HR Muslim]

Jadi, jawaban terhadap pertanyaan “apakah Rasulullah mendapatkan manfaat dari bacaan shalawat kita” adalah “iya”. Maka teruslah bershalawat dengan niat agar kita mendapatkan manfaat dari shalawat tersebut dan terpatrinya rasa cinta kita terhadap Rasulullah SAW. Itulah sebabnya, banyak hadist dan perkataan ulama tentang kelebihan shalawat atas Rasulullah SAW.