Home Penyakit 9 Penyebab Berak Darah (BAB Berdarah)

9 Penyebab Berak Darah (BAB Berdarah)

Penyebab Berak Darah (BAB Berdarah)

Penyebab Berak Darah – Apakah anda pernah mengalami pendarahan ketika BAB? Keluarnya darah ketika buang besar tentu menyita perhatian siapa saja, soalnya apabila keluar darah dari bagian tubuh manapun, kita harus khawatir karena itu menyangkut dengan kesehatan kita. Darah yang keluar ketika berak bisa mengidentifikasi masalah serius sedang terjadi tapi juga bukan, maka kekhawatiran perlu sehingga kita mencari tahu penyebabnya.

Kalau buang air besar mengeluarkan darah ini artinya ada masalah dengan sistem pencernaan kita, bisa yang keluar itu banyak atau tidak. Dalam kasus darah keluar tidak banyak seringkali yang menderitanya tidak menyadari namun bila keluarnya banyak baru menjadi perhatian. Ok, berikut kita lihat penyebab keluarnya darah saat berak. Kalau anda mendapati darah ketka BAB, perhatikan penyebab berikut dan mana yang paling mugkin terhadap anda, kemudian kalau masalah ini kronis, segera hubungi dokter.

Baca juga: Gejala Kaki Gajah

Penyebab Berak Darah (BAB berdarah)

1. Penyakit divertikulitis

Divertikula merupakan penyakit yang terjadi pada lapisan usus bawah berbentuk kantung kecil. Penyakit ini jarang bermasalah, namun ada jug kasus yang menyebabkan pendarahan atau infeksi. Jika ia berdarah maka BAB akan berdarah juga.

2. Anal fissure

Penyebab berak berdarah selanjutnya adalah anal fissure, ini adalah robeknya kulit anus yang menyebabkan keluarnya darah. Jika ini yang terjadi anda tidak perlu khawatir karena dalam waktu seminggu biasanya akan sembuh.

Baca juga: Makanan Yang Baik Untuk Ibu Hamil

3. Kolitis

Ini adalah peradangan pada usus atau terjadi infeksi. Ini sangat umum terjadi dan biasa di derita banyak orang. Jika usus bermasalah seperti luka akibat peradangan, maka ia akan mengeluarkan darah dan bercampur dengan tinja.

4. Angiodysplasia

Selanjutnya, BAB berdarah juga terjadi karena penyakit Angiodysplasiam, ini adalah penyakit akibat munculnya pembuluh darah tidak normal pada saluran pencernaan dan menyebabkan pendarahan dan biasanya terjadi pada orang yang lebih dewasa.

5. Tukak lambung

Tukang lambung disebut juga dengan bisul pada lambung atau duodenum. Diantara penyebab munculnya tukak lambung adalah adalah infeksi yang disebarkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Selain itu, luka lambung ini juga bisa terjadi karena mengkonsumsi obat dengan dosis tinggi seperti menggunakan aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Obat ini berdosis tinggi dan bila dikonsumsi dalam waktu tidak wajar bisa menyebabkan luka pada lambung.

6. Polip usus

Polip usus adalah faktor lain yang menyebabkan berak berdarah. Polip ini dikenal dengan kutil jinak yang pada waktunya berubah menjadi kanker. Jadi, adanya polip pasa usus juga menjadi penyebab berak darah. Namun ada juga kasus yang tidak menimbulkan gejala apa-apa walau seseorang sedang mengalami polip pada usus.

7. Fistula ani

Ini adalah penyakit yang ditandai dari terbentuknya lobang kecil pada anus bagian akhir, ini disebut juga dengan lubang anus. Keadaan seperti menyebabkan rasa sakit yang luarbiasa terutama saat BAB.

8. Kanker Usus

Selanjutnya, penyebab berak darah adalah kanker usus. Kanker usus adalah penyakit berbahaya yang terjadi tanpa diketahui awalnya. Satu satunya gejala kanker usus itu adalah keluarnya darah dari dubur atau mengalami berak berdarah. Ini terjadi pada tahap awal, maka jika anda mengalami gejala ini segeralah hubungi dokter karena kanker usus pada tahap awal bisa dengan mudah di tangani.

9. Penyakit menular s3ksual

Melakukan s3ksual dengan cara salah dan tidak dibenarkan agama – melakukan s3k lewat an2l – bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti BAB yang megeluarkan darah. Pendarahan dari rektum adalah satu-satunya gejala bahwa penyakit menular ini sudah terjadi. Penyakit ini sangat mudah terjadi pada mereka yang mengindap LGBT, jadi hindari kebiasaan tidak sehat ini.

Cara Memeriksa Berak Darah

Berikut beberapa cara dokter mendiagnosis penyebab berah berdarah:

Nasogastric lavage: Ini dilakukan untuk mengetahui apakah pendarahan itu berasal dari saluran pencernaan bagian bawah atau atas. Dokter akan mengambil sampel dari lambung dengan cara memasukkan alat kelambung melalui lobang hidung.

Esophagogastroduodenoscopy (EGD): Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa tabung yang dilengkapi dengan kamera kecil dan dimasukkan kedalam lambung melalui kerongkongan hingga ke duodenum.

Kolonoskopi: Tes yang satu ini hampir sama dengan tes EGD namun pada tes ini tabung yang dilengkapi kamera dimasukkan melalui rektum untuk melihat usus besar.

Itu hanya beberapa bentuk prosedur tes yang dilakukan tim ahli untuk mengetahui kepastian penyebab berak darah. Dintara cara lain yang bisa di lakuka adalah Enteroscopy, laparotomy (dilakukan dengan operasi) dan angiography (dilakukan dengan injeksi)