Home Agama Astaghfirullah, Mereka Mengatakan Allah Bersemayam Di Atas Arasy

Astaghfirullah, Mereka Mengatakan Allah Bersemayam Di Atas Arasy

432
0
SHARE
Allah tidak bertempat
@ngaji.web.id

Tanyoe.com – Allah adalah zat yang wajibil wujud dengan segala sifat wajib yang tak terhingga baginya. Sifat-sifat itu mempunyai lawan masing-masing. Dalam akidah Ahlussunnah wal jama’ah ada 20 sifat Allah yang wajib di ketahui oleh mukallaf. Sifat-sifat ini menjadi pondasi dalam berakidah. Sifat 20 juga menjadi senjata bagi seseorang agar bisa menjaga akidahnya dengan mudah dari akidah salah.

Salah satu sifat yang wajib bagi Allah dan wajib di ketahui oleh mukallaf adalah Qiyamuhu bi nafsihi yang artinya Allah berdiri sendiri. Ini mempunyai pengertian bahwa Allah tidak sama dengan makhluk yang butuh kepada tempat. Makhluk butuh kepada tempat agar bisa eksis baik itu berdiri, duduk dan lain-lain. Keadaan ini tidak berlaku pada Allah yang maha suci dari menyamai dengan makhluk. Maka ada sifat mustahil bagi Allah “mumatsalah lil hawadist” yang artinya serupa dengan makhluk.

Ada ayat Al-Quran yang berbunyi الرحمن على العرش استوى yang artinya “Allah bersemayam di atas Arasy”. Ini adalah ayat musyabbihah yang membuat banyak kaum muslimin terpeleset dalam mengartikannya. Banyak orang Islam terjebak dalam pemahaman kaum musyabbihah (kaum yang menyerupakan Allah dengan makhluk). Kaum ini beranggapan bahwa Allah itu butuh kepada tempat yaitu diatas Arasy. Nah, ketika Allah butuh kepada tempat berarti Allah sama dengan makhluk yang juga butuh tempat. Padahal Allah itu adalah tidak serupa dengan makhluk dari sisi apapun.

Baca: Manfaat shalat tahajud

Disamping itu, ketika kita mengatakan Allah di atas Arasy, maka kita perlu tahu bahwa tempat adalah bikinan (buatan) Allah dan Arasy itu adalah salah satunya. Sifat Arasy itu tidak qadim artinya dulu tidak ada dan Ia ada setelah diciptakan oleh Allah. Nah, kalau demikian, kita perlu bertanya, Allah bertempat dimana sebelum ada Arasy itu?

Lagi-lagi ini adalah ayat musyabbihah yang butuh makna takwil agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam mengartikannya. Makna takwil adalah mencari makna lain yang tidak menyebabkan kesalahan ketika makna itu disematkan pada Allah. Kalau tidak ingin mentakwilkan makna ayat tersebut juga boleh, tetapi serahkan makna itu 100% pada Allah dengan cara tidak mengartikannya sama sekali. Biarkanlah makna ayat itu sebagaimana yang Allah maksudkan dan kita tidak tahu sama sekali apa maknanya. Yang jelas, kita tidak mengartikannya secara lahiriyyah seperti “Allah bersemayam diatas Arasy” karena bisa mengakibatkan kesalahan fatal dalam akidah yaitu terjadi kesamaan antara Allah dan makhluk.

Tentang ayat musyabbihah ada dua golongan ulama yang berpendapat yaitu salaf dan khalaf. Ulama salaf berpendapat untuk tidak mengartikan ayat tersebut tetapi mereka menyerahkan maksudnya pada Allah. Inilah yang disebut dengan taukif atau stop dalam mengartikan makna ayat mutasyabihah.

Sementara ulama khalaf berpendapat untuk menakwil atau memalingkan makna ayat mutasyabihah kepada makna lain yang sesuai dan tidak menyebabkan samanya Allah dengan makhluk. Sebagaimana dalam ayat “Yadullah Fauqa Aidihim” mereka mengartikan “kekuasaan Allah diatas kekuasaan mereka” bukan tangan Allah, karena makna lahiriyyah ini bisa menimbulkan kesamaan antara Allah dan makhluk. Begitu juga halnya dengan ayat di atas tadi. Ulama khalaf mengartikannya dengan “Allah menguasai Arsy” bukan Allah bersemayam di atas Arasy.

Dua pendapat ini adalah yang bisa di tolerir dalam akidah ahlussunnah wal jamaah. Sementara pendapat yang menyerupakan Allah dengan muhdis (makhluk) adalah batal atau batil sebagaimana yang tikatakan oleh kaum musyabbihah. Disinilah banyak kaum awam terjebak dan terpeleset dalam mengartikan makna ayat al-quran. Padahal Alquran mempunyai ayat bisa di artikan secara lahiriyyah dan ada yang tidak karena gaya bahasanya yang memngandung unsur majaz. Maka mengartikan al-quran wajib berpedoman pada mereka (ulama) yang paham dengan berbagai cabang ilmu Agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here