Home Penyakit Gejala Kaki Gajah dan Pencegahannya

Gejala Kaki Gajah dan Pencegahannya

Gejala Kaki Gajah

Sebelum kita melihat gejala kaki gajah, mari kita mengenal lebih jauh tentang penyakit ini. Penyakit kaki gajak adalah tergolong dalam penyakit langka dan jarang terjadi. Ia berpindah dari seorang ke orang lain melalui gigitan nyamuk seperti halnya penyakit malaria. Penyakit kaki gajah terjadi karena adanya cacing filarial. Seseorang bisa terkena kki gajah manakala ia di gigit oleh nyamuk yang sudah terinfeksi cacing filarial.

Penyebab Penyakit Kaki Gajah

Cacing filarial yang menyebabkan penyakit kaki gajah adalah memiliki beberapa spesies, yaitu:

  • Wuchereria Bancrofti
  • Brugia Trimori
  • Brugia Malayi

Cacing filarial yang menyebabkan kaki gajah memiliki masa hidup yang panjang. Ia bertahan dalam tubuh manusia 4 hingga 6 tahun dan selama ini pula cacing ini berkembang biak dan memperbanyak koloninya. Anak-anaknya di sebut dengan microfilarial. Jika penyakit ini sudah pada tingkat kronis maka tubuh penderita akan membengkak terutama pada bagian kaki, dan pada masa ini penderita tidak bisa banyak bergerak dan yang bisa di lakukan hanya duduk diam ditempat.

Namun, sebelum mengalami pembengkakan biasanya seseorang yang menderita penyakit itu akan mengalami gejala gejala tertentu. Gejala ini muncul beberapa hari setelah di gigit oleh nyamuk yang terinfeksi cacing filarial. Berikut gejal-gejalanya:

1. Mengalami Demam

Salah satu gejala diketahuinya seorang mengindap penyakit kaki gajah adalah demam. Demam yang terjadi bisa bertahan hingga 5 hari berturut-turut. Karakteristik demam ini adalah demam tinggi atau demam tinggi sekali. Namun demikian, kadang demam tersebut naik dan turun, berkurang atau turunnya demam biasanya ketika orang yang terinfeksi istirahat dari aktivtas dan akan kembali naik suhu tubuhnya manakala ia kembali beraktivitas.

2. Pembengkakan

Gejala kaki gajah selanjutnya adalah munculnya pembengkakan pada kaki terutama pada lipatan kaki yaitu tempat kelenjar getah bening berada. Ini terjadi karena kelenjar getah bening mengalami pembengkakan akibat terserang cacing filarial.

3. Rasa panas, merah, dan sakit pada lipatan ketiak

Rasa perih, sakit dan panas pada lipatan tubuh terutama lipatan ketiak dan paha. Tak hanya itu, namun juga di tambah dengan iritasi pada kulit. Ini juga bentuk dari pertahanan kelenjar getah bening dari serangan cacing flarial yag sudah berada dalam tubuh.

Baca juga: Gejala Kanker Serviks

4. Terjadi pembengkakan tetap pada bagian tubuh tertentu

Selanjutnya, ketika fase penyakit kaki gajah mulai kronis, maka akan muncul pembengkakan yang sifatnya tetap dan tidak biasa. Pembengkakan kronis ini akan menjadi tanda seserang mengalami kaki gajah karena bentuk pembengkakan membesar atau disebut dengan elephantiasis (besar seperti gajah). Beberapa bagian tubuh yang biasa mengalami pembengkakan itu adalah tungkai, buah dada, buah zakar, dan lengan.

Bukan hanya bengkak, tetapi bagian tubuh itu mengalami rasa sakit, perih bahkan rasa panas. Pada fase ini demam juga sering dirasakan oleh penderita, terutam pada penderita kaki gajah akut.

Cara Mendeteksi Penyakit Kaki Gajah

Setelah kita tahu gejala kaki gajah, mari kita lihat cara mendeteksinya sehingga bisa di obati.

Cara mendeteksi penyakit kaki gajah harus di lakukan sebelum masuk masa pembengkakan tetap atau kronis. Tujuannya agar pasien bisa di berikan penanganan yang tepat dan benar. Pendeteksiannya juga harus dilakukan pada jam 8 malam, karena mikrofilarial pada saat itu masih berada pada aliran darah sehingga mudah di deteksi.

Baca juga: 10 Gejala Kanker Tenggorokan

Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah

Setelah terdeteksi cacing filarial dan terbukti bahwa seseorang terinfeksi cacing ini, maka pasien harus di lakukan pertolongan berupa pengobatan yang tepat. Pengobatan kaki gajah dilakukan dengan melawan dan memusnahkan larva-larva cacing filarial. Jadi, denan musnahnya calon cacing filarial, pasien bisa terhindar dari penyakit kaki gajah kronis.