Home Agama Doa untuk Pengantin Baru Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW.

Doa untuk Pengantin Baru Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW.

314
Doa untuk Pengantin

Akad nikah adalah sebuah ikatan yang menghalalkan hubungan antara dua insan yang berlainan jenis. Ini adalah momen bahagia sepasang suami istri. Ketika kita menghadiri acara kad nikah, tidak hanya sekadar memenuhi undangan atau acara makan-makan namun juga kita disunnatkan membaca doa untuk pengantin baru. Do’a penganti baru yang di ajarkan Rasulullah SAW. adalah sebagai berikut:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ

“Semoga Allah memberkatimu dalam segala hal dan mempersatukanmu berdua dalam kebaikan.”

Do’a itu adalah do’a yang di ucapkan oleh Nabi SAW, ketika menghadiri pernikahan sebagaimana hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah Ra. Bunyinya sebagai berikut:

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَفَّأَ إِنْسَانًا إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اَللَّهُ لَكَ , وَبَارَكَ عَلَيْكَ , وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْر

“Bahwa sesungguh Nabi SAW bila mendo’akan seseorang yang menikah beliau bersabda: Semoga Allah memberkatimu dan menetapkan berkah atasmu dan mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan”. HR Imam Ahmad dan 4 Imam Mazhab.

Berdasarkan Imam Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban hadist tersebut tergolong dalam hadist Shahih.

Baca juga: Doa Sayyidul Istighfar yang Diajarkan Rasulullah SAW.

Demikianlah doa untuk pengantin baru semoga bagi yang sudah melakukan pernikahan bisa langgeng dan selalu dalam kebaikan dan yang terpenting adalah bisa menjauhkan maksiat.

Yang harus di perhatikan dalam mengucapkan do’a pengantin adalah tidak membeda-bedakan tentang siapa yang menikah. Setiap ada undangan untuk menghadiri pesta perkawinan, yang diundangkan itu memiliki kewajiban untuk menghadiri undangan kecuali jika ada halangan yang berarti. Maka, ucapan do’a yang di bacakan juga tidak pilih-pilih kasih, kita sunnat membacakan doa di atas siapapun yang kita hadir pada pernikahannya.

Tujuan dari pernikahan adalah untuk mendapatkan ridha Allah, mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah serta untuk menyempurnakan agama sebagai hadist Rasulullah SAW:

إذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الباقي

Apabila seorang hamba menikah, maka sungguh telah sempurnalah setengah agamanya, maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya”. HR Anas Bin Malik

Kenapa demikian, karena manusia ini rusak dengan nafsu jahatnya. Nafsu atau syahwat manusia itu di kendalikan pada dua hal yaitu perut dan kemaluan. Maka, dengan menikahnya seseorang ia sudah terpelihara datu pintu kerusakan yaitu syahwat dari kemaluannya.

Karena hal itu juga, maka hukuman zina orang yang sudah menikah lebih berat (rajam) karena ia dianggap muhsan atau terpelihara.