SHARE
Benjolan di Payudara

Ketika menemukan benjolan di payudara, seorang wanita tentu takut dan merasa bahwa dunia sudah kiamat. Kenapa tidak, benjolan pada payudara indentik selama ini dengan kanker payudara. Jadi, saran kami jika anda menemukan benjolan ketika memeriksa payudara sendiri jangan cepat cepat panik, soalnya ada juga benjolan yang bukan merupakan tanda kanker payudara.

Berikut kami jelaskan lebih lanjut mengenai benjolan di payudara yang bukan gejala kanker. Simak dengan baik agar anda tidak panik.

Benjolan di Payudara Bukan Kanker

1. Kelainan fibrokistik

Benjolan pada payudara biasanya terjadi karena perubahan tidak normal pada payudara. Benjolan ini bisa berupa fobrosis dan kista yang bersifat tidak ganas atau non kanker. Perubahan ini di sebut dengan kelainan fibrokistik dan tandanya muncul bengkak atau benjolan dan disertai rasa sakit. Jika pada menstruasi, maka rasa sakitnya akan semakin mendera.

Benjolan pada payudara bisa bervariasi, bahkan ada yang keluar cairan keruh pada puting susu. Ini cendrung di alami oleh wanita pada usia produktif.

Baca juga: 13 Penyebab Kanker Payudara

2. Fibrosis

Selanjutnya, ada yang disebut dengan fibrosis. Ini hampir mirip dengan jaringan luka dan bila di raba akan terasa kenyal, padat, dan keras. Namun, penyakit ini tidak berubah menjadi kanker payudara. Para peneliti memiliki keismpulan yang berbeda tentang resiko wanita yang memiliki fibrokistik terhadap kanker payudara.

Sebagian hasil penelitian menyebutkan bahwa wanita yang mengalami kelainan fibrokistik tidak menyebabkan meningkatnya resiko kanker payudara. Sementara sebagian lain mengatakan bahwa wanita pernah mengalami fibrokistik bisa berpengaruh pada naiknya atau meningkatnya kanker payudara.

3. Benjolan akibat Kista

Kista adalah kantung yang berisi cairan, dan benjolan ini baru bisa di rasakan ketika sudah membesar atau dikatakan dengan kista makro, ukurannya sudah 2,5-5 cm. benjolan ini bisa digerakkan seperti halnya kelereng. Sementara pada menstruasi kista akan lunak dan membesar. Namun demikian, untuk membedakan kista dengan benjolan solid lainnya susah dan sangat sulit.

Pemeriksaan medis penting dilakukan untuk mengetahui apakah itu kista atau bukan. Kista pada payudara juga tidak berbahaya dan tidak meningkatkan resiko kanker payudara.

4. Fibroadenoma

Selanjutnya, benjolan di payudara disebut dengan Fibroadenoma. Ini adalah salah satu bentuk tumor jinak yang sangat sering di alami wanita. Gejalanya adalah bisa di gerak-gerakkan dan bentuknya solid dan tidak sakit ketika di tekan. Benjolan Fibroadenoma biasanya di alami oleh mereka yang berusia 20-30 tahun. Tumor jinak ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membesar, namun bukan tidak mungkin ia bisa membesar menjadi giant Fibroadenoma.

Selai itu, Fibroadenoma banyak di alami oleh mereka yang berasal dari ras Amerika Afrika. Namun, penyakit atau benjolan ini juga tidak berkembang menjadi kanker payudara sama seperti kista dan fibrosis.

Baca: Makanan Pencegah Kanker Payudara

5. Intraductal papilloma

Intraductal papilloma adalah bentuk lain dari tumor jinak dan ia berada pada kelenjar susu. Ia biasanya diketahui dan dirasakan ketika sudah sangat besar dan biasanya berada pada puting susu. Tumor jinak ini sering di alami oleh wanita di usia 35 hingga 55 tahun.

Jika Intraductal papilloma muncul hanya satu saja di puting susu, ini dikatakan tidak berpotensi terhadap kanker payudara. Namun jika tumornya banyak dan tersebar pada payudara (bukan pada puting), dikatakan keadaan ini bisa meningkatkan resiko kanker payudara.

Cara Mengetahui Apakah Benjolan Itu Kanker atau Bukan?

Setelah kita lihat paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa benjolan di payudara yang jinak dan beresiko kanker mempunyai beberapa karakteristik, sebagai berikut:

  • Cendrung bisa di gerakkan dan digeser
  • Bentuknya oval atau bulat
  • Batasannya jelas
  • Aktivitasnya cendrung menurut terhadap siklus menstruasi
  • Pertumbuhannya lambat
  • Bisa mengalami rasa sakit atau tidak sama sekali.

Namun untuk hasil dan pengetahuan yang jelas tentang apa yang anda alami, pemeriksaan dokterlah yang bisa memberikan jawaban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here