SHARE
indonesia-harus-pakai-hukum-islam

Tanyoe.com – Pakar hukum dan tata negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa sebaiknya hukum positif yang berjalan di Indonesia harus di kaji ulang. Pasalnya, ia percaya perlu adanya keseimbangan antara hukum Islam dan adat di dalamnya.

“Kaidah hukum Islam dan adat perlu dipikirkan yang masih relevan jadi kaidah hukum nasional, sebagian berisi hukum adat dan sebagian lagi Islam,” ujar Yusril saat menjadi pembicara di Masjid Al Furqan, Sabtu (15/8).

Berhubungan dengan hukum nasional, Yusril mengatakan bawah mayoritas warga Indonesia adalah Islam. Sehingga pengaruh agama dalam perumusan peraturan hukum negara pasti tidak dapat dihindarkan.

“Pemerintah tidak bisa mengabaikan ini karena mayoritas Islam jadi pengaruh agama pasti terasa,” ujarnya.

Yusril memberikan contoh hukum yang ada di negara filipina, dimana hukumnya didominasi oleh hukum agama katolik, karena mereka yang mayoritas di sana. Alhasil, perceraian disana amat dilarang karena tidak sesuai ajaran Katolik.

Prof. Yusril Ihza Mahendra-pun berharap agar pemerintahan Indonesia saat ini mampu menerapkan hukum sesuai syariat Islam. Namun, ia menilai bahwa hambatan pembuatan hukum berdasarkan syariat Islam di negara ini adalah karena kurangnya pemahaman pemerintah tentang Islam secara mendalam. Ditambah lagi, ia mengakui masyarakat Islam masih kurang kekuatan politiknya.

“Kendalanya itu karena pemerintah kurang mengerti dan tidak adanya kekuatan politik,” keluhnya.

Baca Juga:  Ciri Ciri Uang Palsu Menurut Bank Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here