SHARE
prancis lakukan penyerangan terhadap ISIS
F-22 Raptor. ©2015 REUTERS/Wolfgang Rattay

Prancis Serang Maskas ISIS di Suriah – Jet temput milik prancis kembali menyerang markas ISIS di suriah setelah penyelidikan polisi terhadap kasusu teror prancis yang terjadi pada minggu 15/11 kemaren. Maka serangan terhadap ISIS kali dinilai sebagai aksi balas dendam atas teror beberapa waktu lalu yang diduga dilakukan ISIS. Disamping itu ISIS juga telah mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab untuk kejadian yang dianggap sebagai perang oleh Presiden Prancis Francois Hollande

Sebagaimana yang dikatakan CNN bahwa Paris menargetkan penyerangan ke pusat komando ISIS dan tempat penyimpanan amunisi.

“Penyerangan kita lakukan di pusat komando ISIS. Di sana merupakan pusat perekrutan, basis penyimpanan amunisi, dan kemah pelatihan untuk kelompok teror itu,” demikian dikatakan penasehat menteri pertahanan Prancis, Mickael Soria.

“Kejahatan keji tadi malam dilakukan oleh pasukan jihadis ISIS untuk melawan Prancis,” ujarnya seperti dilansir AFP.

“Kejahatan ini dirancang dan dikendalikan dari luar negeri,” imbuh Hollande. Presiden lebih lanjut mengatakan bahwa ia akan melawan organisasi manapun yang berani melakukan penyerangan terhadap tanah air mereka.

Sebagaimana beberapa waktu lalu prancis pernah terlibat operasi militer Koalisi Barat dan menggempur markas militan di Suriah akhir September lalu. Jet-jet tempur Negeri Paris ini menyasar gudang logistik ISIS di wilayah utara.

Sementara teror di Prancis beberapa waktu lalu terjadi beruntun di tujuh lokasi terpisah, di kawasan timur Ibu Kota Paris. Penyerangan yang dianggap sangat parah terjadi di Gedung Konser Bataclan yang dipenuhi lebih dari 1.000 anak muda. Sejauh ini delapan pelaku teror tewas, dan tujuh orang meledakkan dirinya sebelum ditangkap polisi Paris.[mm]

Baca Juga:  Mahashta Murasi, Manusia Berusia 179 Tahun Asal India

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here