SHARE
Abdullah, anak pengungsi yang memprihatinkan

Tanyoe.com – Timur tengah selalu menjadi target kekerasan dan peperangan. Seorang wartawan photo bernama Magnus Wennman dari Stockholm menerbitkan serangkaian photo yang menceritakan betapa menyedihkan kehidupan orang di timur tengah terutama anak-anak.

Wennman melalui lensa kameranya mencoba menakap moment-moment menyedihkan yang harus diderita anak-anak timur tengah. Ia menangkap moment ketika anak-anak itu harus tidur ditempat tempat yang tak layak, ini sungguh sangat penyedihkan dan mengikis perasaan insan. Mereka kini harus trauma denga berbagai kejadian, stres bahkan sakit fisik yang di alami, belum lagi hidup tanpa rumah untuk berlindung dari dinginnya aingin malam dan teriknya mentari siang.

Lebih lanjutnya Wennman sang wartawan ini mengatakan bahwa memang tidak mudah untuk memahami konflik dan krisis yang mengundang kontroversi seperti ini, namun pasti tidak sulit memahami fakta bahwa anak-anak seperti itu membutuhkan tempat berteduh yang nyaman dan sederhana. Pemandangan ini bagi seorang Wennman sangat memprihatinkan dan sangat memilukan.

Wennman: “Mereka telah kehilangan harapan” demikian seperti yang dikutip dari merdeka.com

Berikut beberapa kumpulan photo pengungsi yang berhasil di abadikan oleh Wennman.

Lamar, demikian anak gadis umur 5 tahun itu. Ia bersama neneknya sara mengungsi dari bagdad irak ke Serbia dengan menggunakan perahu karet. Karena tidak ada kamp pengungsian yang bisa menampung mereka, akhirnya mereka harus tidur di hutan dengan beralaskan selimut.

Lamar, hasil jepretan wennman
Credit: magnuswennman (Lamar, hasil jepretan wennman)

Lamar sangat merindukan mainan-mainan kecilnya yang tertinggal di kampung halaman. Sebuah bom meledak didekat rumah mereka ketika mereka dalam perjalanan untuk membeli kue. Neneknya mengatakan bahwa mereka tidak mungkin lagi untuk hidup disana, maka merekapun mengungsi.

Cerita memilukan lainnya adalah kisah yang diderita Abdullah yaitu bocah 5 tahun yang juga mengungsi ke Serbia. Abdullah sangat trauma dengan perang yan g tak kung selesai. Ia melihat sendiri kematian kakak perempuannya di kampung halaman.

Baca Juga:  MUI Minta Situs Islam Palsu di Tutup

Abdullah, anak pengungsi yang memprihatinkanIbunya mengatakan baha ABdulllah kini selalu mimpu buruk di malam hari, dan sayangnya lagi bahwa ia mengalami masalah kesehatan darahnya, dan ibunya tidak bisa mengobatinya karena tidak ada biaya.

Selanjuntya, kisah memilukan anak pengungsi adalah diderita oleh Maram gadis 8 tahun. Ketika ia baru pulang dari sekolahnya sebuah roket menghantam atap rumahnya sehingga serpihan itu mengenai rahangnya dan ia mengalami patah rahang dan tidak bisa bicara hingga kini setelah sebelumnya koma selama 11 hari.

potret-anak-anak-pengungsi-timur-tengah-karya-magnus-wennman-004-tantri-setyorini
Maram, gadis 8 tahun mengungsi ke Amman Yordania

Ralia, bocah 7 tahun dan Rahaf usia 13 tahun, mereka kehilangan ibunya dan saudara lakilakinya akibat dari bom granat. Sudah selama setahun anak-anak ini serta ayahnya harus tidur beratapkan langit di Libanon Bairut. Kedua bocah ini kerap sekali menangis kala teringat lelaki jahat yang membunuh saudara dan ibunya.

potret-anak-anak-pengungsi-timur-tengah-karya-magnus-wennman
Mereka mengungsi ke Bairut Libanon

Itu hanya sebagian kisah memilukan yang di hadapi anak-anak muslim timur tengah, masih banyak lagi kisah sama yang di alami ribuan anak-anak di timur tengah. Semoga saja bantuan datang kepada meereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here