SHARE
parade aswaja aceh
Img: iqbaljalil.com

Parade Akbar Aswaja Aceh, Mengokohkan Persatuan serta Menolak Paham Liberal dan Bid’ah. Massa dari berbagai tempat di Aceh mulai tadi malam bergerak menuju banda Aceh dalam rangka mengokohkan paham Ahlussunah Wal Jama’ah di Bumi lewat acara zikir, do’a bersama serta pawai besar besaran yang dipusatkan di makam syiah kuala. Parade aswaja ini adalah suara rakyat aceh yang ingin Aceh ini bebas dari paham liberal, wahabi, dan paham sesat lainnya yang kini semakin mengkhatirkan di Aceh.

Sebagaimana yang dikutip dari umdah.co bahwa parade aswaja yang diadakan hari ini kami 10/09/15 ini bertujuan untuk menguatkan rasa ukhuwah islamiyyah serta menolak paham wahabi yang semakin merajalela. Setidaknya sekitar 70.000 massa bergerak dari seluruh Aceh menuju Makam Syiah Kuala di Banda Aceh untuk meramaikan parade aswaja (ahlussunnah wal Jamaah) Aceh dengan agenda acara zikir akbar serta do’a bersama yang dimulai pukul 8.00, dan dilanjutkan dengan taushiah dari alim ulama aceh serta tamnu kehormatan K.h Idrus Ramli. Acara ini semuanya bertempat di Makam Syiah Kuala dan setelah acara ini berakhir baru peserta parade melakukan parade dan pawai akbar yang berakhir di masjid raya Baiturrahman Banda Aceh.

Semua peserta di harapkan tetap tertip dan tidak boleh anarkis, semuanya harus mengikuti aturan ulama. Di harapkan juga peserta parade yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat termasuk santri didalamnya agar tidak termakan provokasi yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Panitia penyelenggara Tu Bulqaini yang juga Sekjend HUDA menyampaikan: “Acara parade aswaja ini murni bertujuan untuk memperkuat barisan Ahlussunnah Waljamaah di Aceh. Jangan terpengaruh dengan fitnah dan provokasi yang dilancarkan sebagian pihak. Kita tidak boleh anarkis, harus tertib dan ini juga tidak ada kaitannya dengan politik. Mohon dijaga agar tidak ada penyusup yang memperkeruh suasana.” Demkian sebagaimana dikutip dari laman facebook beliau.

Baca Juga:  10 Negara Terkorup di Dunia

Pihak wahabi dan mereka yang dekat dengan paham wahabi merasa kebakaran jenggot dengan adanya acara pawai aswaja yang dupsatkan di syiah kuala Banda Aceh ini. Mereka mulai mencari berbagai cara untuk mengurangi jumlah massa. Tak tanggung-tanggung, Untuk menggagalkan acara ini, mereka berani menjual nama Ulama sepuh Aceh, Abu Tumin yang merupakan sosok Ulama sepuh yang menjadi benteng Ahlussunnah Waljamaah di Aceh. Upaya menjelekkan Ulama seperti ini merupakan cara yang sangat disayangkan.

Dalam berita di ‘Portal Satu’ disebutkan, Abu Tumin (ulama sepuh Aceh) tidak setuju dengan Parade Ahlussunnah dan mendukung penuh Gubernur Aceh yang telah membuat jalan tembus antar daerah. Ini jelas merupakan provokasi pihak yang ingin memperbaiki misi dan citranya di kalangan masyarakat dengan menjual nama Ulama.

Setelah dikonfirmasi, tidak ada pernyataan ini dari Abu Tumin dan jalan tembus antar daerah yang katanya mendapat apresiasi Abu Tumin juga tidak ada. Ini jelas menunjukkan adanya cara tidak sehat dari pihak tertentu untuk menjual nama agama demi syahwat mereka.

Ribuan massa yang bergerak dalam parade aswaja Aceh ini adalah sebuah rahmat yang patut kita syukuri. Rakyat Aceh sudah kompak seiring bahu seayun langkah untuk memperkuatkan akidah Ahlussunnah wal Jamah di Aceh, jadi jangan sampai semangat kita menjadi lemah gara-gara adanya ulah pihak-pihak tertentu yang ingin menggagalkan Parade Aswaja Aceh di Banda Aceh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here