Home Agama Nasehat Agung Lukmanul Hakim Ketika Hendak Wafat

Nasehat Agung Lukmanul Hakim Ketika Hendak Wafat

52
0
SHARE
nasehat lukmanul hakim

Nasehat lukmanul hakim – Lukmanul hakim terkenal sebagai seorang yang diberikan hikmah oleh Allah Swt. sehingga beliau populer dengan berbagai nasehat yang luarbiasa kepada anak-anaknya hingga akhir zaman. Salah satu nasehat yang sangat penting untuk di simak adalah nasehat lukmanul hakim manakala beliau hendak wafat.

Dalam kitab sirajut-thalibin dikatakan bahwa lukmanul hakim belum pernah mewasiatkan kepada anak-anaknya nasehat hingga pada tingkat ini. Ini menunjukkan bahwa nasehat yang akan diberikan itu sangat agung dan merupakan ilmunya para awwalun dan akhirun.

Nasehat Lukmanul Hakim

Beliau mengatakan kepada anak-anaknya:

Kebanyakan aku tidak pernah mewasiatkan kepada kalian hingga tingkat ini, tetapi sekarang aku akan mewasiatkan 6 perkara kepada kalian. Ini adalah ilmunya para awwalun (orang terdahulu) dan akhirun.

1. Jangan menyibukkan diri dengan dunia kecuali dengan kadar umurmu yang tersisa.

Beliau mengingatkan agar kita tidak sibuk dengan dunia karena dunia ini hanya sementara waktu saja. Akhirat adalah sesuatu yang kekal dan seharusnya menjadi tuntutan setiap insan. Jadikanlah dunia ini untuk mencari akhirat. Umur manusia sangat singkat dan tidak ada bandingan kalau dibandingkan dengan akhirat.

2. Sembahlah Tuhanmu dengan kadar hajatmu kepada-Nya

Ini menunjukkan bahwa manusia ini wajib menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah, beliau menatang dengan kalimat “dengan kadar hajatmu kepadaNya”. Manusia selalu berhajat kepada Allah, tidak ada satu masapun kita tidak membutuhkan Allah. Makhluk selalu butuh kepada Allah, tetapi sebaliknya Allah sama sekali tidak butuh kepada makhluk.

Baca juga: Rahasia dibalik perintah Shalat di Awal waktu

Kalau begitu, makna nasehat lukmanul hakim ini adalah “ibadahlah kepada Tuhanmu dalam setiap waktu mu”.

3. Beramallah untuk akhirat dengan kadar derajat yang ingin engkau peroleh di akhirat kelak.

Baca Juga:  Arti Surat Ar Rahman Serta Rahasia Agung Dibaliknya

Kita tahu bahwa akhirat adalah hari akhir, hari dikumpulkan manusia semuanya dipadang mahsyar, hari penghisaban dan perhitungan setiap amalan hamba di dunia. Kala itu manusia sama sekali tidak bisa berlindung dari penderitaan dan kesengsaraan kecuali hanya dengan keadaan amalnya semasa didunia.

Setelah semua proses berlangsung yang lamanya ribuan tahun, manusia akan menuju salah satu dari dua tempat terakhir yaitu Surga atau Neraka.

Tidak ada manusia yang tidak ingin dengan derajat mulia ketika itu, semua manusia ingin mendapatkan perlakuan yang mulia disisi Allah. Semua manusia ingin berhasil dalam setiap ujian kala itu, dan semua manusia ingin masuk surga. Maka, nasehat yang diberikan lukmanul hakim adalah beramallah untuk akhiratmu karena engkau butuh derajat mulia di akhirat kelak.

4. Hendaklah engkau sebuk membebaskan dirimu dari api neraka selama engkau tidak yakin bahwa engkau terlepas darinya.

Selama kita tidak yakin akan bebas dari neraka, maka teruslah dan selalu berusaha untuk bisa terbebas dari api neraka. Perlu kita tahu bahwa tidak ada seorangpun hari ini yang bisa memastika bahwa dirinya akan masuk surga dan bebas dari neraka sehingga ia tidak perlulagi beramal. Jadi, nasehat lukmanul hakim ini mengandung makna bahwa manusia ini mempunyai kewajian untuk selalu membebaskan dirinya dari api neraka.

5. Hendaklah keberanianmu terhadap maksiat dengan kadar engkau mampu menahan azab Allah

Ini juga merupakan sebuah nasehat yang luarbiasa yang orang berakal berpikir berkali-kali untuk bermasiat. Seakan-akan lukmanul hakim mengatakan bahwa silahkan engkau berbuat maksiat kalau engkau mampu menahan azab Allah.

Coba kita berpikir, siapa yang sanggup menanggung siksa Allah. Tidak ada satupun makhluk yang berani dan mampu sabar dengan siksa Allah di akhirat kelak. Perbandingan dahsyatnya api neraka adalah andaikata satu titik api neraka itu dijatuhkan ke bumi, maka bumi dan isinya akan melebur hancur.

Baca Juga:  10 Bahaya Banyak Makan Menurut Imam Ghazali

6. Kalau engkau ingin berbuat maksiat, carilah tempat yang tidak dilihat Allah dan MalaikatNya.

Nasehat terakhir yang menjadi bahan renungan adalah kalau engkau ingin berbuat maksiat carilah tempat yang bisa luput dari pantauan Allah.

Coba kita berpikir, mana tempat yang tidak di ketahui oleh Allah, sementara Allah bersifat ‘Alim yang ke’alimanNya tidak terbatas waktu dan ruang. Jadi, makna nasehat luarbiasa dari Lukmanul Hakim ini adalah jangan pernah engkau berbuat maksiat karena Allah selalu mengetahui setiap apa yang kita lakukan baik dalam terang atau dalam gelap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here