Home Tips Malcolm X Inspirasi Remaja Amerika “Amina” Masuk Islam

Malcolm X Inspirasi Remaja Amerika “Amina” Masuk Islam

657
0
SHARE
Malcolm-X-Inspirasi-Remaja-Amerika-Ini-Masuk-Islam

Tanyoe.com, WASHINGTON – Amina Cisse Muhammad merupakan Kristen keturunan Afrika-Amerika, ia lahir ditengah keluarga yang taat dalam iman kristiani. Ia cucu seorang pendeta baptis. Amina kecil selalu diminta untuk menghadiri sekolah minggu dan kebantian di gereja setiap Ahad oleh orang tuanya yang taat beragama kristiani.

Dilansir dari onislam.net, Kamis (30/7), kendatipun amina lahir di tengah pemeluk Kristiani yang taat, Amina selalu punya masalah dengan konsep trinitas. Ia merasa ambigu ketika Yesus diangkat menjadi anak Tuhan, bahkan menjadi tuhan.

Tidak hanya itu masalah yang selalu bercokol dalam benaknya, Ia sering mengamati kemunafikan di kalangan anggota jemaat gereja karena ia melihat jelas penghinaan terhadap orang kulit hitam di tengah masyarakat yang mencita-citakan kesetaraan dan persaudaraan itu.

Saat ia belajar sosiologi di perguruan tinggi pada 1970-an, ia diminta untuk membaca otobiografi Malcolm X yang ditulis Alex Haley. Buku itu memiliki dampak mendalam pada Amina, terutama beberapa bab terakhir. Malcolm adalah salah satu juru bicara untuk kaum minoritas Muslim kulit hitam yang tertindas. Lantaran ajaran-ajarannya, Malcolm X dituduh menghasut kerusuhan di kalangan kulit hitam.

Sebelum dibunuh pada tahun 1965, Malcolm menunaikan ibadah haji pada 1964 dan menyaksikan kesetaraan yang ia impikan di tengah-tengah umat Islam. Orang kulit hitam, kulit putih, semua menyatu di Masjidil Haram. Selepas ibadah haji, Malcolm berganti nama menjadi Al Hajj Malik Al Shabazz.

Dalam sejarah kehidupan Malcolm, Amina menemukan jawaban atas berbagai realita dan permasalahan sosial lewat perjalanan hidup Malcolm. Cerita Malcolm, bersama peristiwa hidup yang ia alami, mendorong Amina untuk mencari sebuah sistem kepercayaan yang relevan. Sebuah keyakinan atas dasar persatuan, cinta, dan persaudaraan.

Baca Juga:  Kisah Imam Ghazali Berguru pada Tukang Sepatu

Ia memulai pencarian agamanya dengan menelusuri kembali iman Kristiani. Amina membaca Alkitab secara teliti dari depan sampai belakang, pergi ke gereja, bahkan mengunjungi Perkumpulan Saksi Yehovah di Greensboro, New York.

Namun demikian, Amina tetap masih ragu dengan agama yang sedang dipeluknya yaitu kristen. Akhirnya ia meminta agar isi hatinya bisa membimbingnya ke jalan yang tepat dan bisa menemukan jalan kepercayaan yang sejalur dan sejalan dengan kebenaran yang didambakan hatinya.

Beberapa waktu kemudian, Amina bertemu seorang pria yang kemudian menjadi suaminya. Mereka berdua bertemu di kelas filsafat. Pria itu sudah memeluk Islam, dan Amina merasa ada ketertarikan yang tak dapat ia jelaskan terhadap pria itu.

Baca juga kisah lainnya:

Seiring berjalannya waktu, pria itu mulai bercerita tentang Islam. Amina pun hanyut dalam kisah dan penjelasan kawan sekelasnya. Ia nyaris tak mengalami pergolakan atau kebingungan dalam waktu lama seperti sebagian mualaf lain.

Hingga suatu malam pada momen yang tepat Amina menulis sebuah surat mengenai keinginan kuat dirinya untuk masuk Islam. Surat ini di kirim kepada orang tuanya, ia menekankan bahwa keinginan masuk Islam ini sudah ia pikirkan dengan matang dan secara masak masak.

Ini tentu tidak bisa diterima oleh mereka begitu saja. Keluarganya sangat berusaha untuk mengembalikannya ke kristen, namun keinginan Amina yang begitu kuat tidak bisa di goyah dan di usik oleh siapapun. Akhirnya keluarganya bisa menerima tentang keislaman Amina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here