Home Berita Kronologi Ledakan Sarinah Versi Polda Metro Jaya

Kronologi Ledakan Sarinah Versi Polda Metro Jaya

291
0
SHARE
ledakan di sarinah
ledakan di pos polisi sarinah. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Ini dia Kronologi ledakan yang terjadi di Sarinah Jakarta. Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, menjelaskan kronologi ledakan di Sarinah, Jakarta Pusat, jelang siang tadi. Dijelaskan dalam jumpa pers di Istana Negara yang turut dihadiri Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Dijelaskannya, serangan kelompok bersenjata pertama kali terjadi di Starbucks Cafe. Itu terjadi sekitar jam 10.00 WIB.

“Saat itu satu orang pelaku masuk gunakan bom bunuh diri,” jelas Tito, Kamis (14/1).

Di infokan bahwa Bom bunuh diri di Starbuck cafe membuat sejumlah pengunjung terluka. Saat itu, suasana di kafe langsung panik dan pengunjung berhamburan keluar.

Rupanya, kata dia, setelah pengunjung berlarian, di luar kafe sudah menunggu dua orang. Dan tembakannya mengenai dua orang warga negara asing.

“Satu meninggal dan satu hidup,” kata dia.

Kemudian, saat bersamaan, ada tim kedua dari kelompok penembakan itu. Tim kedua yang berjumlah dua orang menyerang Pospol Sarinah, dan meledakkan bom bunuh diri. Saat itu ada satu anggota polisi yang bertugas di pospol.

“Ada masyarakat yang kena pecahan kaca,” ujarnya.

Mendengar ada ledakan, personel polisi yang sedianya akan mengamankan demo di Monas langsung menuju di lokasi. Saat itu, ledakan memang sudah tak terdengar, tapi berganti serangan dengan tembakan dan bom rakitan tangan.

“Saat itu anggota baku tembak di Sarinah, anggota Polres Jakarta Pusat 4 orang ditembak, ada kena kaki dan perut,” ungkapnya.

Baku tembak terjadi selama 15 menit. Saat itu dua pelaku ditembak mati. Setelah baku tembak mereda, kemudian polisi menyisiri Starbucks dan Pospol Sarinah. Selain itu, petugas Jihandak Brimob, Sabara, dan Kodam, mengepung lokasi untuk memastikan lokasi aman.

Baca Juga:  67 Ormas Siap Ikut Aksi Bela Islam Tiga (III)

“Kemudian kita kepung untuk clean-kan pelaku lain. 5 Pelaku tertangkap, meninggal semua. Lebih kurang 20-30 berhasil kita selesaikan,” tegas Tito.

Setelah itu, setiap lantai Gedung Jaya dan GedunG Cakrawala disisir. Dari penyisiran diamankan 5 bom kecil sebesar kepalan tangan atau kita sebut granat tangan rakitan dan satu lagi sebesar kaleng biskuit.

“Jadi total ada lima bom. Dari penyisiran tidak ada pelaku lain, atau clearing device. Dari pelaku meninggal kita amankan senjata api jenis FN rakitan,” tegasnya.[mdk]

Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-kronologi-ledakan-di-sarinah-versi-kapolda-metro-jaya.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here