SHARE
lowongan-pengembang-aplikasi

Tanyoe.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari pengembang aplikasi lokal untuk bisa berpartisipasi dalam Program Pembangunan Desa Broadband Terpadu. Nantinya, para pengembang aplikasi itu harus mengirimkan dan menempatkan aplikasi yang dimilikinya di desa.

“Kemkominfo menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar aplikasi yang ditempatkan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Kepala Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu dalam siaran persnya, Selasa (11/8). Demikian sebagaimana yang dikutip dari merdeka.

Menurutnya, aplikasi pada Sistem Desa Broadband Terpadu ini berpotensi untuk di akses oleh sangat user mungkin bisa 40 juta hingga 50 juta user pemula di pedesaan, mereka mengakses secara private menggunakan HP/Smartphone masing-masing.

Saat ini, telah dibangun Portal Aplikasi Pedesaan yang dikembangkan oleh Kementerian komunikasi dan informatika yang bekerjasama dengan pengembang aplikasi lokal yang dapat diakses pada http://sidepi.info.

Dalam portal tersebut tersedia berbagai macam aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk desa seperti M-Fish, I-Kios, Email Zohib, Zohib Messenger, Layer Farm, Sorot, dan lainnya.

“Aplikasi yang dapat dimasukkan dalam portal tersebut diutamakan aplikasi pada bidang nelayan, pertanian dan perhutanan. Namun terbuka juga untuk aplikasi jenis aplikasi lainnya seperti kesehatan, office, hiburan, pendidikan dan juga game yang bersifat mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat di pedesaan,” kata dia.

Bagi anda yang ingin menjadi pengembang aplikasi sejenis diatas, anda bisa mengirimkan proposal melalui alamat [email protected] [email protected]

Program itu merupakan pengembangan potensi desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Program ini diberi nama Program Pembangunan Desa Broadband Terpadu.

“Desa broadband terpadu adalah desa yang akan dilengkapi dengan fasilitas jaringan atau akses internet, perangkat akhir pengguna dan aplikasi yang sesuai dengan karakteristik penduduk setempat,” tambahnya.

Baca Juga:  Ilmuwan Temukan Baterai Hp Masa Depan, 2017 DiLuncurkan

Program yang dilakukan ini diperuntukkan bagi desa nelayan, pertanian dan desa kehutanan, diharapkan bisa membantu penduduk setempat dan bisa mendukung kegiatan mereka sehari hari. Program Desa Broadband Terpadu ini merupakan program penyediaan akses secara komunal yang tahun ini akan dibangun sebanyak 50 desa dan akan terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here