SHARE
Wirathu si pembantai muslim rohingya

Miyanmar kini menjadi warga yang terusir dari negerinya. Sudah hampir sebulan, ribuan warga Miyanmar keluar dari kampung (negerinya) untuk mencari perlindungan dan menyambung kehidupan. Bukan tak beralasan, mereka dikejar kejar dan dibantai oleh Budha Miyanmar dikampungnya. Warga budha Miyanmar sangat membenci Muslim rohingya, sehingga mereka tidak segan segan membantai muslim rohingya, baik itu anak anak atau wanita.

Rohingya keluar dari Miyanmar dengan menggunakan boat apa adanya, berhari hari, berminggu minggu mereka terombang ambing dilepas pantai tanpa makanan dan pakaian, sehingga akhirnya mereka terdampai di pantai Aceh setelah sebelumnya mereka diselmatkan nelayan Aceh. Semua mereka ditemukan dalam keadaan lapar dan kurus karena berhari hari tidak makan dan minum.

Sebenarnya, Sumber petaka yang mengusir Muslim Rohingya adalah gerakan Budha anti Muslim yang dikenal dengan nama 969.

Selebaran, stiker, DVD, dan Internet digunakan untuk menyebarkan kebencian terhadap minoritas muslim di negara itu, seperti dilansir surat kabar The Sydney Morning Herald, Senin (15/4/2013). Stiker 969 makin banyak ditempel di jendela-jendela toko, taksi, dan rumah-rumah di dua kota besar, yakni Yangon dan Mandalay.

Baca juga:

Gerakan biadab ini dipimpin oleh biksu biksu budha yang radikal. Salah satunya adalah Wiseitta Biwuntha, sering disapa Yang Mulia Ashin Wirathu. Biksu ini sebenarnya narapidana yang dipenjara karena menjadi obor anti muslim, namun tahun lalu dia mendapatkan amnesti.

Wirtahu budha ini mengklaim bahwa dirinya adalah Bin Laden asal Burma yang sangat membenci muslim terutama muslim rohingya. “Gerakan anti muslim terus tumbuh dan pemerintah tidak menghentikannya,” kata Myo Win, seorang guru muslim. Dia juga menyebut 969 sama dengan kelompok ekstrem Ku Klux Klan di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Main Game, PewDiePie Raup 96 Miliar

Wirathu ingin muslim tidak hidup lagi di Miyanmar, mereka takut akan perkembangan muslim rohingnya, mereka takut Miyanmar jadi seperti Indonesia yang mayoritas Muslim.

Sampai kebiadaban Budha Miyanmair ini berakhir, sungguh ini adalah gerakan tidak hanya anti agama, bahkan anti kemanusiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here