Home Agama Dosa Mengumpat Lebih Berat dari Dosa Zina

Dosa Mengumpat Lebih Berat dari Dosa Zina

325
0
SHARE
Dosa Mengumpat Lebih Berat dari pada Dosa Zina

Mengumpat adalah mengatakan kepada orang lain dengan sesuatu yang di bencinya walaupun itu terjadi di depannya. Demikian sebagaimana yang termaktub dalam kitab taisir khallaq. Mengumpat atau ghibah adalah hal yang sangat buruk dalam Islam karena ini berkaitan dengan kehormatan orang lain. Seseorang yang menghina orang lain baik dengan perkataannya atau dengan perilakunya menunjukkan bahwa ia lebih baik dari pada orang itu. Karena tidak mungkin seseorang mengatakan hal buruk kepada orang lain kalau ia tau bahwa dirinya juga tidak luput dari keburukan walaupun itu kecil.

Seseorang yang suka meng-ghibah atau mengumpat merasa bahwa ia lebih bersih dari orang lain. Dari sisi lain mengumpat telah membuat seseorang tersiksa kehormatannya di sisi orang lain kalau ia sendiri tidak tahu tentang apa yang kita bicarakan. Kalau ia tahu maka ia akan lebih tersiksa karena tidak hanya orang lain yang menganggap ia buruk tetapi ia sendiri merasakan penyiksaan batin itu. Maka, janganlah kita suka mengumpat atau mencaci orang lain karena diri kita juga tidak luput dari kekurangan.

Tentang Ghibah atau umpat, Rasulullah SAW. mengatakan bahwa dosa ghibah lebih berat dibandingkan dengan dosa zina. Zina saja sudah merupakan dosa besar yang membuat pelakunya diseret ke lembah neraka, bagaimana dengan umpat yang katanya lebih berat dari Zina. Dlam hal ini para sahabat bertanya bagaimana bisa lebih berat dari zina? Rasulullah menjawab bahwa seseorang yang berzina apabila ia bertaubat maka terhapus sudah dosanya, namun peng-ghibah tidak akan di ampuni dosanya oleh Allah walaupun ia sudah taubat dengan Allah kecuali ia telah di maafkan oleh yang di ghibahkkan. So, be careful about this sin!

Baca Juga:  Arti Surat Ar Rahman Serta Rahasia Agung Dibaliknya

Berikut hadist Rasulullah SAW.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِيَّاكُمْ وَالْغَيْبَةَ ، فَإِنَّ الْغَيْبَةَ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا ” . قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ الْغَيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا ؟ قَالَ : ” الرَّجُلُ يَزْنِي فَيَتُوبُ ، فَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ صَاحِبَ الْغَيْبَةِ لا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ ” . رواه الطبراني في الأوسط وفيه عباد بن كثير الثقفي وهو متروك

Artinya:

Dari Jabir bin Abdillah dan Abi Sa’id Al-khudri keduanya berkata : Rasulullah SAW. bersabda: “Takutlah kamu semua terhadap ghibah karena bahwa sesungguhnya ghibah itu lebih berat dosanya daripada berzina”. Kemudian Rasul ditanyai: “bagaimana bisa ghibah lebih berat dosanya daripada zina?”. Beliau menjawab: “Seseorang yang berzina kemudian ia bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. Sedangkan orang yang mengumpat tidak akan diampuni dosanya oleh Allah sampai orang yang digunjing mau mengampuninya”. (HR At Tabrani dalam Al-Ausath dan dalam sanadnya terdapat ‘Ubad bin Katsir As-tsaqafi dan dia ini matruk, Sumber: Kitab Majma’ Zawaid : 8/92).

Dalam Kitab Faidhul Qodir (3/129) disebutkan tentang Ghibah sebagai berikut:

فقد اغتاب ابن جلا بعض إخوانه فأرسل إليه يستحله فأبى قائلا: ليس في صحيفتي حسنة أحسن منها فكيف أمحوها

Ibnu Jala telah mengumpat saudaranya dan kemudian ia mengutus seseorang untuk minta halal (izin) tentang apa yang telah dikatakannnya itu. Maka saudaranya itu enggan memberi izin dan berkata “tidak ada kebaikan yang lebih bagus pada buku amalanku seperti bagusnya fahala itu, bagaimana aku mau menghapusnya.

قال الغزالي: والغيبة هي الصاعقة المهلكة للطاعات ومثل من يغتاب كمن ينصب منجنيقا فهو يرمي به حسناته شرقا وغربا ويمينا وشمالا وقد قيل للحسن: اغتابك فلان فبعث إليه بطبق فيه رطب وقال: أهديت إلي بعض حسناتك فأحببت مكافأتك

Berkata Imam Ghazali: Ghibah atau umpat itu adalah sebagian dari yang merusak amalan tha’at kita. Orang yang mengghibah itu umpama orang yang memasang alat pelempar (ketapel) kemudian ia melempar kebaikannya ke timur, ke barat dan kekanan serta kekiri.

Baca Juga:  Tata Cara Shalat Gerhana Matahari dan Bulan Lengkap, Yuk Kita Shalat

Cerita lain, ada yang mengatakan kepada Hasan bahwa ia telah di umpat oleh seseorang. Maka, Hasan kemudian mengirim kepada pengumpat itu satu tabak kurma dan ia berkata: Engkau hadiahkan kepadaku kebaikanmu maka aku suka membalasnya (membalas dengan kurma).

وقال ابن المبارك: لو كنت مغتابا لاغتبت أمي فإنها أحق بحسناتي

قال الغزالي: العجب ممن يطلق لسانه طول النهار في الأعراض ولا يستنكر ذلك مع قوله هنا أشد من الزنا فيجب على من لم يمكنه كف لسانه في المحاورات العزلة فالصبر على الانفراد أهون من الصبر على السكون مع المخالطة اه وقد نقل القرطبي الإجماع على أنها كبيرة

Berkata Ibnu Mubarak: Kalau aku jadi seorang penggunjing tentu aku akan menggungjing ibuku karena ai lebih berhak untuk mendapatkan kebaikanku.

Berkata Imam Ghazali: Sangat mengherankan, orang-orang yang sepanjang siang menggunakan lisannya untuk mengucapkan keburukan-keburukan kepada orang lain dan dia tidak mengingkarinya padahal sabda Nabi bahwa dosa ghibah itu lebih berat daripada zina, jadi uzlah/mengasingkan diri wajib hukumnya bagi orang yang tidak mungkin untuk mencegah lisannya dari mengobrol keburukan orang lain. Karena bersabar atas kesendirian itu lebih mudah daripada bersabar atas diam namun berkumpul dengan banyak orang”. Allau A’lam Bish-shawab.

Baca jua: cara syaithan menggoda manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here