Home Tips Ingin Anak Shaleh dan Shalehah, Ini Cara Mendidik Anak ala Rasulullah SAW.

Ingin Anak Shaleh dan Shalehah, Ini Cara Mendidik Anak ala Rasulullah SAW.

985
0
SHARE
tips mendidik anak ala rasulullah

Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah – Setiap orang pasti mendambakan naak-anaknya menjadi anak yang shaleh dan shalehah serta tumbuh sebagai jiwa yang pintar dan bergunabagi bangsa dan Agama. Namun seringkali cara dan tips mendidiki anak di abaikan. Banyak orang, hampir semuanya menitipkan anak-anak mereka ke tempat pendidikan, lembaga pendidikan untuk mereka belajar tetapi orang tua lupa bahwa kunci awal mendidik anak agar shaleh dan shalehah adalah lingkungan rumah tangga.

Rumah tangga adalah tempat anak belajar tahap awal mulai ketika mereka belajar berbicara dan bersikap, semua itu adalah tercermin dari sisi keluarga. Kalau keluarga baik maka anak akan tumbuh baik dan juga sebaliknya. Ini adalah tahap awal mendidik anak-anak kita.

Rasulullah Saw. sang kekasih Allah sekaligus teladan kita juga mengajarkan bagaimana cara mendidik keluarga yang didalamnya ada anak anak yang akan tumbuh diekmudian harinya. Lantas bagaimana cara mendidik anak ala Rasulullah Saw. berikut tahapan-tahapannya:

Cara Mendidik Anak ala Rasullah Saw

1. Fase usia 0-6 tahun
Jangan abaikan masa ini, usia ini adalah masa golden age bagi anak, karena pertumbuhannya sangat cepat dimasa ini. Maka sebagai orang tua kita harus bersikap lemah lembut baginya, memberikan kasih sayang dan memanjakannya. Membangun kedekatan dengan anak adalah hal penting sekali dilakukan oleh orang tua dengan memberikan stimulus yang positif sehingga peningkatan kecerdasan anak berkembang dengan optimal.

2. Fase usia 7-14 tahun
Usia ini adalah usia perkembangan pase berikutnya, dimana anak-anak dalam usia ini mulai dibangun rasa tanggungjawab, kedisiplinan yang lebih mandiri. Pada masa ini anak sudah mulai belajar bagaimana tata cara shalat, dan ekwajiban lainnya sebagaimana yang disebutkan baginda dalam hadistnya:

Baca Juga:  Aplikasi Terbaik Al Quran untuk Android

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)

Berilah hukuman kepada anak dengan hukuman yang sifatnya tidak merugikan dan menyalahkan anak, tetapi sesuai dengan kesepakatan antara orangtua dan anak atas pelanggaran yang dilakukan anak. Ajarkan pula anak untuk melakukan aktivitas di rumah sendiri agar melatih kemandiriannya di lingkuan sosial, hal ini juga bisa melatih kecerdasan emosionalnya juga.

3. Fase usia 15-21 tahun
Ini adalah fase remaja yaitu masa transisi yang sangat penting membangun kedekatan dengan anak. Masa ini anaka sedang mencari identitas dirinya. Masa ini anak akan mudah terpengaruh dengan berbagai tingkah laku temannya dan kelompok2 tertentu di dalam kehidupannya, temani mereka agar mereka tidak menjadi korbanj ganasnya zaman dan tumbal bagi kekerasan moral dan kehidupan.

Peranan orang tua disini tidak hanya sebagai orang tua tetapi mereka harus berhasil membangun kedekatan hubungan dan komunikasi dengan anak-anaknya, sehingga anak-anak bisa merasakan bahwa orang tuanya adalah sebagai teman dan sahabat. Ini membuat anak-anak merujuk setiap masalah ke orang tua dan mencari solusi pada orang tua dalam setiap masalah, sehingga mereka tidak hanyut dalam kenakalan remaja dan berbagai kelompok pertemanan yang ada di luar keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here