SHARE
Api di dasar lautan bukti kebenaran Al-quran

Api di Dasar Laut, Bukti Kebenaran Al-Quran. Al-quran adalah firman Allah yang kebenarannya tetap terjaga hingga kiamat. Maka hingga kini keberadaannya tetap utuh sebagaimana yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dulu.

Alam semesta sebagai ciptaan Allah tidak henti henti menampakkan bukti bagi kebenaran al-Quran yang mulia. Ini menjadi bukti bahwa manusia hanya manusia lemah yang selalu membutuhkan kepada Allah dalam setiap keadaan. Allah adalah raja sesungguhnya, sang penguasa yang menetapkan segala sesuatu. Semua hal terjadi atau qudrah iradah-Nya walau terkadang logika manusia dan pengetahuannya sulit menjangkau itu. Tentang berbagai kejadian luar biasa, Al-Quran sudah berbicara berabad-abad yang lalu, namun kini apa yang ada dalam al-Quran satu persatu terbukti di depan mata baik itu sesuatu yang butuh kepada kemajuan teknologi dalam menjangkaunya seperti pembicaraan al-Quran tentang sesak nafas di ketinggian, semut berbicara antara satu sama lain atau hal yang langsung bisa disaksikan seperti adanya api dalam lautan.

Sebagaimana di katakan bringislam bahwa bebrapa waktu lalu terjadi suatu retakan dalam lautan dan mengeluarkan lava yang sangat panas. Ini menyebabkan air laut panas hingga ribuan derajat, namun banyaknya air laut tidak dapat memadamkan lava tersebut. Tentang kejadian ini Allah sudah berfirman dalam Al-Quran surat Ath-Thur.

“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (QS. Ath-Thur: 6)

Tak hanya al-Quran saja yang membicarakan tentang ini, tetapi Rasulullah SAW. juga pernah menyinggung bahwa dalam lautan ada api. Ini memberitahukan bahwa benar sabda Rasulullah SAW. adalah bukan dari hawa nafsu melainkan dari Wahyu Allah.

Sabda Rasulullah.
“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.” (HR Abu Dawud)

Hadits ini sangat sesuai dengan sumpah Allah SWT dalam Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah berfirman:

Baca Juga:  Google Maps Buktikan Sabda Rasulullah Tentang Jarak Pintu Surga

“Demi bukit (Sinai), dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (QS. Ath-Thur: 1-8)

Tampak jelas bahwa gunung-gunung yang berada di tengah samudera sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman “Dan apabila lautan dipanaskan” (QS. At-Takwir 6).

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Namun apa yang terjadi, mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.

Baca Juga:  Kebenaran Al-Quran Tentang Semut Berbicara, Ilmuwan Membuktikan

Kemudian mengkaji keadaan deretan gunung di tengah samudra tersebut dan ditemukan bahwa gunung tersebut terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.” Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

Yang ingin kita sorot adalah keberadaan api dalam lautan adalah ilmiah adanya. Manusi baru mengetahui hal ini beberapa tahun yang lalu, padahal Allah sudah duluan ada dan Rasulullah sendiri sudah mengatakannya selama berabad abad yang lalu dikala manusia belum mengetahui ilmu teknologi seperti sekarang. Maha benar Allah atas segala firmannya, dan benarlah Rasulllah dengan segala ucapannya.[investigasi7.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here