SHARE
hukum makan daging kuda

Hukum Makan Daging Kuda – Kuda adalah binatang yang biasanya digunakan untuk berpacu atau sebagai kendaraan. Dimasa lalu kuda adalah hewan penting yang digunakan sebagai kendaraan dalam berperang melawan musuh Allah.

Namun kini, di beberapa daerah ada kebiasaan memakan daging kuda bahkan dibuat sebagai masakan istimewa dalam bentuk sop kuda. Hal ini menjadi pertanyaan bagi sebahagian orang tentang hukum mengkonsumsi daging kuda tersebut, apakah halal atau haram.

Memang kuda digunakan sebagai hewan tunggangan, sehingga penggunaannya sering kita dengar untuk berperang atau untuk olahraga pacuan. Itu dikarenakan hewan ini mempunyai kekuatan lari yang kencang dan memiliki tubuh yang kokoh.

Baca juga: 10 makanan terpedas didunia

Hukum Makan Sop Daging Kuda

Berbicara tentang hukum makan daging kuda ada perbedaan pendapat dikalangan ulama Mazhab. Ada yang mengatakannya halal dan lain-lainnya. Jadi, ketika anda melihat orang makan daging kuda atau ada restoran yang menyediakan masakan dari dagign kuda, maka bersikap wajar saja karena hukum memakannya adalah halal, bahkan dalam mazhab Syafi’e memakan daging kuda adalah halal hukumnya.

Sebagian kita merasa alergi melihat orang mengkonsumsi daging kuda atau hanya dengan melihat masakan dari kuda. Mungkin itu dikarenakan kita tidak terbiasa dan tidak hidup didaerah yang banyak kudanya.

Untuk lebih jelas tentang hukum mengkonsumsi daging kuda? Berikut kami nakal beberapa dalil tentang kehalalannya.

1. Halal daging kuda

Hukum halal makan daging kuda adalah pendapat jumhur ulama dari madzhab Asy-Syafi’iyah, Al-Hanabilah dan satu pendapat kuat dari mazhab Malikiyyah mengatakan bahwa dagign kuda halal sehingga boleh di sembelih. Ini tidak beda antara kuda Arab atau kuda Selain Arab.

Baca Juga:  10 Situs Tempat Download Film Terbaik dan Legal Sepenuhnya

Berikut dalil yang bisa menjadi sandaran.

جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَال : نَهَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَْهْلِيَّةِ ، وَأَذِنَ فِي لُحُومِ الْخَيْل

Pada hari perang khaibar Rasulullah melarang makan daging keledai kampung, dan Beliau mengizinkan untuk memakan daging kuda (HR. Al-Buhkari dan Muslim)

أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ : نَحَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا فَأَكَلْنَاهُ وَنَحْنُ بِالْمَدِينَةِ

Dari Asma’ bin Abu Bakar radhiyallahuanhuma berkata,”Kami menyembelih kuda di zaman Rasulullah SAW, dan kami makan sedangkan kami berada di Madinah. (HR. Al-Buhkari dan Muslim)

2. Haram makan daging kuda

Pendapat yang mengatakan haram mengkonsumsi daging kuda adalah berasal dari sebagian pendapat ulama bermazhab hanafi. Pendapat ini dikatakan berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hasan bin Ziyad. Selain sebagian ulama hanafiyyah, dari sebagian kecil ulama Malikiyyah ada juga yang mengharamkan mengkonsumsi daging kuda.

Baca juga: Makanan yang wajib di hindari malam hari

3. Makruh makan daging kuda

Selain dua pendapat halal dan haram, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa makan daging itu makruh hukumnya. Ini adalah pendapat ulama Hanafiyyah yang berasal dari qaul rajih (kuat). Al-Auza’i dan Abu Ubaid juga berpendapat seperti demikian yaitu makruh tanzih.

Selanjutnya bagi ulama yang berpendapat bahwa makan daging kuda hukumnya makruh atau najis bukan karena mereka menganggap bahwa daging itu najis, tetapi karena dua faktor yaitu:

Pertama: Kuda adalah hewan yang digunakan untuk berperang di masa lalu, sehingga kalau dimakan atau disembelih maka dengan sendirinya kekuatan ummat Islam akan berkurang untuk berjihat di jalan Allah. Ini menjadi alasan bahwa para ulama mengatakan bahwa makan kuda itu makruh atau haram.

Baca Juga:  4 Batu Mulia Termahal dan Langka di Dunia

Secara khusus Allah berfirman dalam Al quran tentang mempersiapkan kuda untuk perang.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْل تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

Dan persiapkanlah yang kamu mampu dari kekuatan dan kuda-kuda yang tertambat, dengan itu kamu dapat menakuti musuh Allah dan musuhmu. (QS. Al-Anfal : 60)

Kedua: Selain sebagai laat untuk berperang di jalan Allah pada waktu/masa lalu. Kuda juga hewan yang dikhususkan untuk kendaraan dan sebagai perhiasan. Ini sebagaimana yang termaktub dalam Al-quran yang berbunyi:

وَالْخَيْل وَالْبِغَال وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً

Dan kuda, bigal serta keledai, supaya kamu menungganginya serta menjadi perhiasan… (QS. An-Nahl : 8)

Bagi mazhab yang mengatakan bahwa hukum makan daging kuda itu makruh atau haram adalah karena memahami bahwa pengkhususan kuda sebagai kendaran dan perhiasan adalah isyarat bahwa kuda itu tidak untuk disembelih dan dimakan dagignnya.

Demikianlah sekilas hukum makan daging kuda menurut hukum Islam. Semoga bisa menambahkan pengetahuan kita dan mengurangi rasa jijik kita pada mereka yang makan kuda, karena kuda adalah hewan halal dimakan dan tidak bernajis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here